Rabu, 07 Juli 2010

Makalah Psikologi Agama

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya dan selalu memberikan kami kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Tidak lupa shalawat beserta salam atas junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju ke alam yang terang benderang penuh dengan ilmu pengetahuan. Dengan makalah ini kami akan memberi sedikit gambaran tentang “Kepribadian dan Sikap Keagamaan”. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.






















Tembilahan, Juni, 2010




Penulis
DAFTAR ISI

KataPengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN. 1
A. Latar Belakang 1

BAB II PEMBAHASAN KEPRIBADIAN DAN SIKAP KEAGAMAAN. 2
A. Pengertian Kepribadian. 2
B. Dinamika Kepribadian. 4
C. Tipe Kepribadian dan Hubungannya dengan Prilaku Keagamaan. 6

BAB III PENUTUP. 8
A. Kesimpulan. 8
B. Saran. 8

















BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
Latar belakang dari pembuatan makalah ini adalah agar supaya kita mengetahui apa itu kepribadian dan prilaku keagamaan. Dimana pada masa sekarang ini atau pada daerah kita mungkin banyak orang yang mungkin belum mengetahui tentang apa itu kepribadian dan prilaku keagamaan.
Disini kami akan mencoba membahas untuk menjelaskan apa itu kepribadian dan prilaku keagamaan, kemudian bagian dari kepribadian yang paling hakiki atau terpenting. Pendapat tersebut hanya dapat dijelaskan dengan menelaah terlebih dahulu. Dengan kata lain, menelaah jawaban atas pertanyaan: “Apakah sesungguhnya manusia itu”. Mengenai manusia akan mewarnai pendapat seseorang mengenai bagian yang dianggap hakiki dari kepribadian dan pada akhirnya menentukan tentang kepribadian.

B. Rumusan Masalah.
1. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian?
2. Apa saja dinamika kepribadian?
3. Seperti apa tipe Kepribadian dan apa hubungannya dengan Prilaku Keagamaan.?








BAB II
PEMBAHASAN
Kepribadian Dan Sikap Keagamaan

A. Pengertiain Kepribadian.

Istilah-istilah yang dikenal dalam kepribadian adalah:
1. Mentality.
Mentality, yaitu: Situasi mental yang dihubungkan dengan dengan kegiatan Mental dan Intelektual. Pengertian secara defiritif yang dikemukakan dalan Oxford dictionary:
Mentality :Kekuatan kepandaian(Intelektual Power).
:Penggabungan kegiatan dari Organisasi.
2. Personality(Webters dictionary).
a.Sifat kepribadian secara keseluruhan.
b.Sebuah penyatuan kelompok yang berdasarkan kepada kelakuan kelakuan dan tindakan.
3. Individuality.
Individuality adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sifat berbeda dari orang lainnya.
4. Identity.
Identity, yaitu: Sifat kedirian sebagai suatu kesataun dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhadap seseuatu dari luar.
Berdasar pengertian dari bebarapa kata-kata tersebut, maka para ahli mendefenisikan sebagai berikut:
 All Port.
Dengan mengecualikan dari beberapa sifat kepribadian dapat dibatasi sebagai cara bereaksi yang khas dari seseorang individu terhadap perangsang social dan kualitas penyesuaian diri yang dilakukannya terhadap segi social dari lingkungannya.
 Mark A. May.
Apa yang memungkinkan seseorang berbuat efektif atau memungkinkan seseorang mempunyai pengaruh terhadap orang lain, dengan kata lain kepribadian adalah nilai perangsang social seseorang.
 Wood Worth.
Kualitas dari tingkah laku seseorang.
 Morisson.
Keseluruhan dari apa yang dicapai seseorang individu dengan jalan menampilkan hasil-hasil cultural dan evolusi social.
 Hartman.
Susunan yang terintegrasikan dari ciri-ciri umum sesorang individu sebagaimana dinyatakan dalam corak khas yang tegas yang diperlihatkannya kepada orang lain.
 L.P. Thorp.
Sinonim dengan pikiran tentang berfungsinya seluruh individu secara organisme yang meliputi seluruh aspek yang secara verbal terpisah-pisah, seperti: intelek, watak, motif, emosi dan minat kesediaan untuk bergaul dengan orang lain(sosialitas) dan kesan individu yang ditimbulkannya pada orang lain serta efektivitas social pada umumnya.
 C.H. Judd.
Hasil lengkap serta merupakan suatu keseluruhan dari proses perkembangan yang telah dilalui individu.
 Wetherington.
Dari keseluruhan defenisi yang dikemukakan diaatas, Wetherington dapat menyimpulkan, bahwa kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a) Manusia, karena keturunannya mula pertama sekali hanya merupakan individu dan kemudian barulah merupakan suatu pribadi karena pengaruh belajar dan lingkungan sosialnya.
b) Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya beberapa aspek saja dari keseluruhan itu.
c) Kata kepribadian menyatakan pengertian tertentu saja yang ada pikiran orang lain dan isi pikiran itu di tentukan oleh nilai perangsang sosial seseorang.
d) Kepribadian tidak menyatakan sesuatu yang bersifat statis, seperti bentuk badan atau ras tetapi menyertakan keseluruhan dan kesatuan dari tingkah laku seseorang.
e) Kepribadian tidak berkembang secara pasif saja, setiap orang mempergunakan kapasitasnya secara aktif untuk menyesuaikan diri kepada lingkungan sosial.

B. Dinamika Kepribadian.

Selain aspek dan stuktur, kpribadian juga memiliki semacam dinamika yaitu:
1) Energi Rohaniah.
organisme merupakan suatu system energi yang ruwet yang mengambil energi dari makanannya. Energi tersebut kemudian dipergunakan untuk tujuan sirkulasi, pernapasan, pencernaan, kegiatan saraf , otot, pengamatan, ingatan, berfikir dan sebagainya.
2) Naluri.
Seluruh energi yang digunakan untuk melakukan pekerjaan kepribadian didapat dari naluri. Naluri merupakan suatu keadaan pembawaan yang menentukan arah-arah proses rohaniah.
3) Penyebaran dan penyisihan energi rohaniah.
Energi dari iq di gunakan untuk memuaskan naluri melalui tindakan refleksi dan pemuasan keinginan. Tindakan refleksi itu energi secara otomatis di redakan dengan kegiatan motoris.

4) Ego.
Ego tidak mempunyai energi sendiri. Ia mendapat energi dari penyaluran energi lain.
5) Super Ego.
Super Ego berfungsi untuk memberi penghargaan atau hukuman. Penghargaan diberikan oleh ego, ideal dan hukuman diberikan oleh hati nurani.
6) Kecemasan.
Kecemasan adalah suatu pengalaman atau perasaan yang menyakitkan yang ditimbulkan oleh ketegangan faal intern tubuh.
Jenis kecemasan ada 3, yaitu:
a. Kecemasan tentang kenyataan(objective-an xiety).
Kecemasan ini ditimbulkan oleh karena factor pembawaan atau juga karena keturunan. Kecemasan tentang kenyataan ini biasa dikenal dengan nama ketakutan.
b. Kecemasan Heurotis.
Kecemasan ini dibagi 3, yaitu:
Kegelisahan.
Kegelisahan yang disebabkan karena ketekutan ego terhadap ide-ide membawa ego kedalam pemikiran yang tidak cocok dan asing bagi dirinya.
Phobia.
Yaitu suatu ketakutan yang tegang dan irasional. Sifat khusus dari phobia ini ialah, bahwa intensitas ketakutan terhadap sesuatu melebihi proporsi bahaya yang sebenarnya.
Gugup.
Yaitu suatu bentuk extrim dari reaksi yang diperlihatkan dalam bentuk yang kurang puas.
c. Kecemasan Moril (moral-an xiety).
Kecemasan ini dialami sebagai suatu perasaan bersalah dan perasaan malu dalam ego yang ditimbulkan oleh pengamatan hati nurani.

C. Tipe Kepribadian dan Hubungannya dengan Prilaku Keagamaan.

Tingkat perkembangan dicapai pada usia anak-anak maka kedewasaan jasamani belum tentu berkembang setara dengan rohani. Secara normal memang seseorang yang sudah mencapai tingkat kedewasaan akan memiliki pola kematangan rohani seperti kematangan pribadi maupun kematangan emosi.
Perkembangan agama pada anak terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil dan dalam keluarga, di sekolah dan masyarakat lingkungannya. Semakin banyaak pengalaman yang bersikap agama(sesuai dengan ajaran agama), akan semakin banynak unsure agama yang tertanam dalam dirinya. Maka sikap, kelakuan, dan caranya menghadapi hidup akan sesuai dengan ajaran agama.
Setiap orang tua dan semua guru ingin membina anak nya agar mnjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji. Dan orang tua adalah Pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka, merupakan unsure-unsur pendidikan yang tidak langsung yang dengan sendirinya akan masuk kedalm pribadi anak yang sedang tumbuh. Sikap anak terhadap agama dan pendidikan agama disekolah sangat dipengaruhi oleh sikap orang tuanya terhadap agama dan guru agama khususnya.
Agama masuk keadaan pribadi anak bersamaan dengan peretmbuhan pribadinya, yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu, sejak dalam kandungan. Karena dalam pengamtan ahli jiwa, tampak bahwa keadaan dan dikap orang tua ketika anak dalam kandungan telah mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan jiwa si anak dikemudian hari. Hubungan anak dan orang tuanya mempunyai pengaruh dalam perkembangannya. Si anak merasakan adanya hubungan hangat dengan orang tuanya, merasa ia disayangi dan dilndungi serta mendapat perlakuan yang baik biasanya akan mudah menerima dan mengikuti kebiasaan orang tuanya dan selanjutnya, akan cenderung kepada agama. Akan tetapi hubungan yang kurang serasi, penuh ketakutan dan kecemasan akan menyebabkan sukarnya perkembangan anak pada anak.














BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan.
Adapun istilah-istilah yang dikenal dalam kepribadian adalah:
1. Mentality, yaitu situasi mental yang dihitungkan dengan kegiatan mental dan intelektual.
2. Personality (Wibters dictionary) yang dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Sifat kepribadian secara keseluruhan.
b. Sebuah penyatuan kelompok yang berdasar kepada kelakuan dan tindakan.
3. Individuality, adalah sifat khas seseorang yang mempunyai sifat berbeda dari orang lainnya.
4. Identity, yaitu: Sifat kedirian sebagai suatu kesataun dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhadap sesuatu dari luar.
B. Saran.
Kami menyadari bahwa dalam makalah kami ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, kepada para pembaca, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua untuk menambah wawasan.










DAFTAR PUSTAKA

Jalaludin, Drs. 2000. Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Jalaludin, Drs. Dan Ramayulis, Drs. 1987. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Kalam Mulia.
Darajat, Zakiah. 1989. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Bulan Bintang.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar